10 Cara Agar Anak Tidak Terjebak Gaya Hidup Hedonis
Sebagai orang tua, memahami cara mencegah anak terjerumus dalam gaya hidup hedonis adalah langkah penting yang sebaiknya dilakukan. Alasannya cukup jelas, yaitu agar anak bisa lebih mandiri dan mampu mengendalikan keinginannya di masa depan.
Hedonisme sendiri merupakan salah satu bentuk materialisme mekanistik yang menempatkan kenikmatan egoistik sebagai tujuan utama kehidupan manusia. Dengan kata lain, pandangan hedonis menekankan kesenangan dan kepuasan materi sebagai hal paling penting dalam hidup seseorang.
Faktor yang paling sering memengaruhi kecenderungan hedon pada anak biasanya berasal dari dalam diri mereka [internal], yang berarti peran orang tua sangat krusial dalam membentuk gaya hidup anak tersebut.
Sebenarnya, dorongan ini juga ada pada hampir semua manusia, karena sifat kepuasan yang cenderung tidak pernah berhenti. Namun, jika anak dibiasakan sejak dini untuk menghindari gaya hidup semacam ini, hal tersebut akan membawa manfaat besar di masa depan.
Di masa yang akan datang, anak yang tidak terlatih bisa saja kesulitan mengatur pengeluaran, sering menghabiskan uang tanpa pertimbangan, membeli barang-barang yang tidak menjadi prioritas, dan lain-lain. Singkatnya, gaya hidup hedonis berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan mereka.
Cara Agar Anak Tidak Terjebak Gaya Hidup Hedonis
Sebagai orang tua, tentu kita tidak ingin anak terperangkap dalam gaya hidup hedonis, kan? Untuk itu, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan agar anak terhindar dari sikap tersebut, antara lain:
1. Dekatkan Hiri Kepada Tuhan
Ajaran agama menjadi pedoman yang menuntun seseorang ke jalan yang benar. Oleh karena itu, didik anak supaya semakin dekat dengan Tuhan agar mereka tidak mudah tergoda oleh kesenangan dan kenikmatan sesaat duniawi.
2. Hidup Sederhana
Kesederhanaan merupakan fondasi kebahagiaan. Mulailah sejak anak-anak dengan memberi pemahaman bahwa hidup sederhana bukan berarti selalu kekurangan, tetapi sebuah gaya hidup yang membantu menjauhkan diri dari sifat tamak dan serakah.
3. Bekerja Keras
Anak perlu belajar bahwa untuk bisa bertahan hidup dan meraih tujuan, mereka harus mau bekerja keras. Bekerja bukan hanya kewajiban, tetapi juga nantinya bisa menjadi bentuk amal ibadah ketika mereka sudah berkeluarga.
4. Tidak Konsumtif
Didik anak agar mampu mengelola uang dengan bijak. Arahkan mereka supaya tidak bersikap konsumtif atau mudah menghamburkan uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu.
5. Jangan Selalu Menuruti Keinginannya
Hindari selalu memenuhi setiap permintaan anak. Jika selalu dituruti, anak bisa tumbuh menjadi pribadi egois dan manja.
Memang, hal ini sering menjadi tantangan bagi orang tua, karena anak biasanya menangis ketika keinginannya tidak dipenuhi, sehingga orang tua merasa kasihan dan akhirnya menuruti permintaan mereka.
6. Selalu Bersyukur
Kadang-kadang, tantangan atau kesulitan hidup yang dialami seseorang justru membuatnya lebih rendah hati dan penuh rasa syukur. Oleh karena itu, ajarkan anak-anak untuk selalu menghargai dan bersyukur atas apa yang sudah mereka miliki, sekecil apapun itu.
7. Berhati-Hati dalam Berteman
Penting bagi anak untuk cermat dalam memilih teman, karena tidak semua orang bisa dijadikan sahabat sejati. Anak perlu memahami bahwa pengaruh teman terhadap kehidupan mereka sangat besar, bahkan bisa membentuk karakter dan sikapnya.
8. Harta Benda Bukanlah Segalanya
Anak-anak perlu diajarkan bahwa kekayaan materi bukanlah segalanya dalam hidup. Kebahagiaan yang sejati justru muncul dari hati yang tenang, hubungan yang harmonis, dan keluarga yang bahagia.
9. Tidak Mudah Merasa Iri Terhadap Orang Lain
Bimbing anak agar tidak gampang iri melihat apa yang dimiliki orang lain. Jika mereka menginginkan sesuatu yang dimiliki teman atau orang lain, arahkan supaya mereka bekerja keras dan berusaha sendiri untuk meraihnya, sehingga belajar nilai usaha dan kesabaran.
10. Berikan Contoh Melalui Teladan Anda
Biarkan anak-anak belajar melalui contoh nyata yang Anda tunjukkan. Tampilkan gaya hidup yang sederhana dan bersahaja sehingga mereka terdorong untuk meneladani sikap positif tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan
Mengajarkan anak untuk tidak terjebak dalam gaya hidup hedonis membutuhkan pendekatan yang konsisten dan menyeluruh.
Orang tua perlu menanamkan nilai-nilai seperti bersyukur, hidup sederhana, bekerja keras, bijak dalam mengelola uang, berhati-hati dalam berteman, tidak mudah iri, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Selain itu, memberikan contoh nyata melalui teladan sehari-hari sangat penting agar anak dapat meniru sikap positif tersebut.
Dengan membiasakan hal-hal ini sejak dini, anak akan lebih mandiri, bijak dalam mengambil keputusan, dan mampu menjalani kehidupan yang seimbang tanpa terpengaruh oleh kesenangan materi semata.

Post a Comment for "10 Cara Agar Anak Tidak Terjebak Gaya Hidup Hedonis"