20+ Aliran Seni Lukis: Pengertian, Ciri-Ciri dan Tokoh Pentingnya
Aliran seni lukis dapat dipahami sebagai gaya, genre, atau kumpulan karya yang memiliki karakter dan identitas visual khas, sehingga tiap aliran tampak berbeda satu sama lain.
Dengan kata lain, setiap aliran biasanya memiliki kesamaan dalam teknik, pilihan tema, serta filosofi yang melandasi karya-karyanya, membuatnya mudah dibedakan dari aliran lainnya.
Contohnya adalah realisme, yang umumnya berfokus pada penggambaran objek atau peristiwa nyata secara detail dalam karya-karya para senimannya.
Hal ini tentu kontras dengan impresionisme yang lebih menonjolkan permainan warna-warna cerah dan efek cahaya untuk menghadirkan kesan tertentu dalam lukisan.
Ada pula aliran surealisme yang cenderung memadukan unsur realitas dengan imajinasi, sehingga menghasilkan karya dengan pesan dan nuansa yang terasa berbeda dan unik.
Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan aliran seni lukis? Bagaimana ciri-cirinya? Dan siapa saja tokoh penting di dalamnya? Jika ingin tahu lebih jauh, teruskan membaca artikel ini sampai akhir.
20+ Aliran Seni Lukis dan Tokoh Pentingnya
Agar tidak bertele-tele, berikut ini disajikan berbagai definisi beserta tokoh-tokoh penting yang berpengaruh di dalamnya, yaitu:
1. Realisme
Menurut KBBI, realisme merupakan aliran kesenian yang berupaya menggambarkan sesuatu sebagaimana adanya, tanpa dilebihkan maupun dikurangi.
Namun secara umum, realisme dimengerti sebagai aliran dalam seni, sastra, dan filsafat yang menekankan kenyataan objektif serta fakta yang bisa diamati dan dibuktikan secara ilmiah.
Aliran ini pertama kali berkembang di Prancis pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19, dengan fokus kuat pada representasi dunia nyata secara objektif melalui ketepatan bentuk, detail, dan perspektif.
Para seniman realisme berusaha menghadirkan gambaran dunia nyata dengan tingkat akurasi dan ketelitian tinggi, sehingga karya mereka terlihat sangat menyerupai kondisi sebenarnya.
Munculnya aliran ini juga menjadi reaksi terhadap Romantisisme, yang lebih mengedepankan ekspresi emosional dan imaji dramatis.
Tokoh-tokoh penting dari aliran realisme di antaranya Honore Daumier, Francisco de Goya, Gustave Courbet, dan beberapa nama besar lainnya.
2. Surealisme
Surealisme adalah aliran seni, sastra, dan filsafat yang berfokus pada eksplorasi alam bawah sadar serta pengalaman-pengalaman tidak biasa atau non-rasional.
Pengertian tersebut sejalan dengan KBBI yang memberikan dua definisi pokok, yaitu:
- Aliran seni sastra yang mengutamakan unsur bawah sadar dan imaji non-rasional yang berada di luar kenyataan atau realitas
- Gagasan yang berada di atas realisme, bersifat spontan berdasarkan kekuatan mimpi dan alam bawah sadar.
Karena itu, surealisme sering dipahami sebagai karya seni yang tampak tidak logis, bahkan cenderung absurd, karena memadukan elemen mimpi dan imajinasi dengan sangat bebas.
Aliran ini muncul pada abad ke-20 sebagai sarana bagi para seniman untuk mengekspresikan perasaan, pikiran, mimpi, atau khayalan tanpa batasan.
Artinya, pelukis surealis akan berusaha lepas dari aturan dan norma konvensional demi menampilkan ide-ide yang sulit dijelaskan secara verbal.
Jika diterapkan dalam seni lukis, pendekatan ini biasanya hadir lewat penggunaan simbol-simbol khas, zooming atau fokus yang tidak biasa, hingga distorsi bentuk yang sengaja dibuat berbeda.
Tokoh-tokoh besar dari aliran surealisme antara lain Joan Miró, Salvador Dalí, André Masson, Sudiardjo, serta pelukis Indonesia yang terkenal dengan karya surealisnya, Amang Rahman Jubair.
3. Romantisisme
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), romantisisme memiliki tiga makna utama, yaitu:
- Haluan kesusastraan pada akhir abad ke-18 yang menonjolkan perasaan, pikiran, serta tindakan yang muncul secara spontan
- Aliran dalam seni maupun drama yang mengedepankan imajinasi, emosi, dan sentimen idealisme
- Aliran serta gagasan dalam pertunjukan teater yang mengutamakan imajinasi, emosi, dan sikap sinis terhadap idealisme.
Sama seperti aliran seni lainnya, romantisisme tidak hanya merujuk pada satu bentuk seni tertentu—misalnya seni lukis—melainkan juga digunakan dalam konteks sastra dan filsafat.
Jika diterapkan pada seni lukis, romantisisme mulai berkembang pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19 dengan fokus utama pada emosi yang intens dan pengalaman subjektif.
Karena itu, para pelukis yang menganut aliran ini cenderung memilih tema-tema yang berkaitan dengan keindahan alam, kisah mitologi, legenda, hingga cerita penuh drama yang membawa perasaan kehilangan, cinta, maupun harapan.
Semua tema tersebut biasanya dituangkan melalui penggunaan warna-warna yang kuat, kontras, serta teknik yang ekspresif untuk membantu menyampaikan emosi yang ingin dihadirkan dalam karya.
Perlu diketahui, aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap Klasikisme yang lebih berfokus pada kesempurnaan bentuk dan prinsip rasionalitas yang ketat.
Romantisisme justru menonjolkan perasaan, daya imajinasi, serta kebebasan dalam berekspresi dibandingkan mengikuti aturan formal yang baku.
Beberapa tokoh besar dalam aliran romantisisme antara lain Caspar David Friedrich, John Constable, J.M.W. Turner, hingga pelukis Indonesia yang terkenal dengan gaya romantisnya, Raden Saleh.
4. Naturalisme
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), naturalisme memiliki beberapa pengertian, di antaranya:
- Upaya menerapkan sudut pandang ilmiah terhadap dunia alam ke dalam filsafat dan seni
- Aliran seni yang menggambarkan sesuatu secara apa adanya
- Karya seni rupa yang menampilkan kebenaran fisik dari alam
- Ajaran yang menolak adanya kekuatan lain selain alam
- Teknik menampilkan pandangan objektif tentang manusia secara jujur dan teliti, baik sisi positif maupun negatifnya
- Gerakan dalam teater yang biasanya berusaha menampilkan versi autentik tentang makna kehidupan yang sesungguhnya.
Jika dikaitkan dengan seni lukis, naturalisme adalah aliran yang menekankan representasi dunia nyata secara objektif dengan hasil yang detail, akurat, dan sesuai fakta ilmiah.
Karena itu, seniman naturalis akan berusaha menampilkan objek atau situasi sesuai kondisi aslinya tanpa menambahkan interpretasi pribadi atau ekspresi emosional yang berlebihan.
Inspirasi aliran ini banyak muncul dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dari bidang fotografi, biologi, hingga geologi yang kian maju dari waktu ke waktu.
Beberapa tokoh yang dikenal dalam aliran naturalisme antara lain Gustave Courbet, Jean-François Millet, Thomas Eakins, Abdullah Sudrio Subroto, Gambir Anom, hingga Trubus.
5. Impresionisme
Dalam KBBI, impresionisme didefinisikan sebagai aliran seni lukis—dan juga dikenal dalam sastra serta musik—yang berfokus pada pemberian kesan atau pengaruh tertentu pada perasaan.
Aliran ini pertama berkembang di Prancis pada akhir abad ke-19, ketika banyak pelukis mulai bereksperimen mengekspresikan kesan visual yang mereka tangkap secara cepat dan spontan.
Hal ini membuat impresionisme sangat menonjolkan pengalaman visual yang sifatnya subjektif, karena kesan yang ditangkap mata dapat berubah-ubah tergantung pada warna, cahaya, maupun bayangan saat itu.
Untuk menciptakan efek optik yang khas, para seniman impresionis biasanya memakai titik-titik warna kecil yang ditempatkan berdekatan agar menghasilkan kesan visual yang hidup dan menyatu ketika dipandang dari jarak tertentu.
Meskipun begitu, para pelukis impresionis menolak jika disebut sebagai aliran dengan teknik kaku atau metode yang hanya berorientasi pada kebebasan visual tanpa makna; mereka menekankan spontanitas dan penghayatan momen.
Oh iya, impresionisme lahir sebagai respons terhadap Naturalisme yang dianggap terlalu fokus pada objektivitas dan ketepatan dalam menggambarkan realitas.
Beberapa pelukis terkenal dari aliran ini antara lain Claude Monet, Edgar Degas, Pierre-Auguste Renoir, dan sejumlah seniman besar lainnya.
6. Ekspresionisme
Ada dua pengertian ekspresionisme—atau expressionism—dalam KBBI, yaitu:
- Aliran seni yang menggambarkan perasaan dan pengalaman batin yang muncul dari rangsangan luar, yang tidak hanya ditangkap oleh pancaindra tetapi juga melibatkan jiwa seseorang
- Aliran kesusastraan yang lebih menitikberatkan aspek psikologis daripada peristiwa nyata yang tampak di permukaan.
Berdasarkan dua definisi tersebut, ekspresionisme dapat dianggap sebagai aliran seni lukis yang berfokus pada upaya mengekspresikan perasaan secara bebas, termasuk rasa takut, amarah, atau emosi mendalam lainnya.
Karena itu pula, banyak karya dalam aliran ini yang menyinggung isu-isu sosial dan politik, sebab senimannya sering menuangkan gejolak batin terkait realitas yang mereka amati.
Oh iya, ekspresionisme hadir sebagai respons terhadap impresionisme yang lebih memusatkan perhatian pada kesan visual yang ditangkap mata secara langsung.
Beberapa tokoh besar yang sering dikaitkan dengan aliran ini antara lain Vincent van Gogh, Edvard Munch, Emil Nolde, Claude Monet, Edgar Degas, serta Pierre-Auguste Renoir.
7. Abstraksionisme
Dalam KBBI, abstraksionisme diartikan sebagai usaha untuk menghilangkan atau mengesampingkan unsur bentuk dalam sebuah lukisan.
Secara umum, aliran ini menggambarkan pendekatan yang menolak representasi objektif terhadap dunia nyata, dan memilih untuk mengejar ekspresi bebas dari perasaan, persepsi, serta imajinasi melalui warna, bentuk, dan teknik non-figuratif.
Dengan kata lain, abstraksionisme selalu berupaya menghadirkan ekspresi tanpa batas melalui penggunaan bentuk dan warna yang tidak terikat pada objek umum atau wujud yang mudah dikenali.
Aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap ekspresionisme yang menekankan kekuatan emosi dan perasaan dalam karya.
Abstraksionisme menempatkan kebebasan ekspresi—baik perasaan, persepsi, maupun imajinasi—di atas representasi realistis dari dunia nyata.
Beberapa tokoh terkenal dari aliran ini antara lain Wassily Kandinsky, Kazimir Malevich, Jackson Pollock, Mark Rothko, Clyfford Still, dan Robert Motherwell.
8. Kubisme
Dalam KBBI, kubisme memiliki dua pengertian utama, yaitu:
- Bentuk awal dari seni abstrak, khususnya dalam seni lukis, yang mengutamakan pemecahan bentuk menjadi bidang-bidang bersiku atau berimpit, lalu menyusunnya kembali
- Upaya dalam puisi untuk memecah unsur-unsur pengalaman kemudian merangkainya kembali menjadi sintesis baru.
Aliran ini berkembang di Prancis pada awal abad ke-20, dengan fokus pada analisis bentuk dan ruang melalui pemecahan objek menjadi bidang-bidang geometris.
Artinya, seniman kubis berusaha menampilkan dunia nyata secara subjektif dengan menguraikan objek menjadi bentuk geometris sederhana seperti kubus, balok, atau prisma.
Kubisme muncul sebagai tanggapan terhadap abstraksionisme yang menolak representasi objektif dari realitas.
Tokoh-tokoh besar yang sering dikaitkan dengan kubisme di antaranya Pablo Picasso, Georges Braque, Juan Gris, Cézanne, serta Fernand Léger.
9. Dadaisme
Dalam KBBI, Dadaisme didefinisikan sebagai aliran seni lukis dan sastra yang muncul sekitar tahun 1913 di Swiss, yang menolak seluruh aliran seni sebelumnya, meninggalkan nilai tradisional, dan ingin mengembalikan seni pada bentuknya yang paling primitif.
Meski begitu, perkembangan aliran ini juga terjadi di Prancis pada awal abad ke-20, tetap dengan fokus yang sama: menolak nilai tradisional dalam seni dan mengedepankan kebebasan berekspresi tanpa batas.
Karena itu, Dadaisme mencoba menghadirkan ekspresi tak terbatas dari perasaan, persepsi, dan imajinasi melalui bentuk, warna, serta teknik, tetapi tanpa keinginan terikat pada aturan tertentu.
Aliran ini muncul sebagai kritik terhadap kubisme yang cenderung menitikberatkan analisis bentuk dan ruang melalui fragmentasi geometris.
Beberapa tokoh terkenal yang terkait dengan aliran ini antara lain Francis Picabia, Man Ray, Max Ernst, Raoul Hausmann, Duchamp, Hans Arp, dan lainnya.
10. Futurisme
Dalam KBBI, futurisme memiliki dua definisi utama, yaitu:
- Aliran seni, musik, atau sastra yang dimulai di Italia sekitar tahun 1909, dan berusaha memberikan bentuk visual pada dinamika kekuatan serta gerak proses mekanis
- Pandangan yang lebih mengutamakan arti masa depan.
Dari kedua pengertian tersebut, futurisme dapat dipahami sebagai aliran seni lukis yang menekankan perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta pengalaman subjektif terhadap kecepatan dan gerakan.
Dengan demikian, seniman futuris mencoba menggambarkan dunia yang berubah cepat melalui bentuk, warna, dan teknik yang menghadirkan efek optik menyerupai gerakan dan dinamika.
Aliran ini lahir sebagai respon terhadap perubahan sosial dan teknologi yang sangat pesat pada masa itu, terutama di kawasan Eropa.
Beberapa seniman terkenal dari aliran futurisme antara lain Umberto Boccioni, Gino Severini, Fortunato Depero, Giacomo Balla, Sculptor, Carlo Carrà, dan tokoh-tokoh lainnya.
11. Fauvisme
Fauvisme berkembang di Perancis pada awal abad ke-20. Gerakan ini lahir sebagai respons terhadap impresionisme, yang pada saat itu lebih mengutamakan kesan visual semata.
Karena itu, para penganut aliran ini lebih memilih memakai warna-warna tegas dan saling berlawanan untuk menonjolkan ekspresi emosi dalam karya mereka.
Dengan kata lain, Fauvisme berupaya membebaskan ekspresi—baik perasaan, persepsi, cara pandang hingga imajinasi—melalui permainan bentuk, warna, serta teknik yang tidak ingin terikat aturan baku.
Beberapa pelukis ternama yang ikut mempopulerkan aliran ini antara lain Henri Matisse, André Derain, Raoul Dufy, Kees Van Dongen, dan beberapa nama besar lainnya.
12. Klasikisme
Klasikisme berkembang di Perancis pada penghujung abad ke-17 hingga awal abad ke-18, dengan penekanan pada kesempurnaan bentuk dan kesesuaian terhadap prinsip-prinsip seni klasik Yunani dan Romawi.
Para pelukis klasikisme berusaha menghadirkan gambaran objektif dari dunia nyata, mengutamakan proporsi ideal, perspektif yang tepat, serta kesan formal yang rapi dan harmonis.
Itulah sebabnya karya-karya dalam aliran ini sering memanfaatkan presisi perspektif, ukuran yang terukur, dan perhatian yang tinggi pada detail demi mencapai kesempurnaan tadi.
Aliran ini juga muncul sebagai reaksi terhadap gaya barok, yang lebih fokus pada emosi intens dan dramatis.
Nama-nama besar yang sering dikaitkan dengan klasikisme mencakup Jacques-Louis David, Jean-Auguste-Dominique Ingres, Jean-Francois Millet, Bartholome Vignon, dan lainnya.
13. Kontemporer
Kontemporer mengangkat tema, objek, atau gagasan yang berkaitan dengan masa kini atau periode yang sedang berlangsung.
Aliran ini mulai dikenal setelah Perang Dunia II, dan karena fokusnya pada kondisi aktual, seni kontemporer terus tumbuh dan berlanjut hingga sekarang.
Alasannya cukup jelas: seni kontemporer memang diciptakan pada masa kini, sehingga selalu relevan dengan perubahan zaman.
Oleh sebab itu, istilah kontemporer tidak hanya menunjuk satu aliran tunggal, tetapi mencakup berbagai gaya seni yang lahir pada periode yang sama.
Dengan demikian, seni kontemporer dapat merujuk pada aliran lama seperti Impresionisme, Ekspresionisme, Abstraksionisme, Futurisme hingga Pop Art, sekaligus mencakup bentuk-bentuk baru seperti seni digital, instalasi, seni interaktif, dan lainnya.
Beberapa seniman yang dianggap mewakili aliran ini adalah Gerhard Richter, David Hockney, Jenny Saville, Richard Artschwager, Frank Auerbach, serta Ida Applebroog.
14. Konstruktivisme
Dalam KBBI, konstruktivisme diartikan sebagai aliran pementasan drama yang menolak penggunaan latar lukis atau dekorasi realistis, lalu menggantinya dengan bentuk konstruksi lain seperti tangga dan elemen nontradisional.
Namun dalam seni lukis, istilah konstruktivisme merujuk pada gerakan seni yang lahir di Rusia pada awal abad ke-20, berfokus pada eksplorasi bentuk dan ruang melalui pendekatan konseptual dan abstrak.
Artinya, para pelukis konstruktivis berupaya menyampaikan ekspresi tanpa batas—mulai dari emosi, persepsi hingga imajinasi—dengan memanfaatkan bentuk, warna, serta teknik yang tidak dibelenggu aturan tertentu.
Aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap perubahan sosial-politik saat itu, serta pengaruh pengalaman subjektif mengenai kecepatan dan dinamika gerak.
Tokoh-tokoh penting dalam gerakan konstruktivisme antara lain Laszlo Moholy-Nagy, El Lissitzky, Naum Gabo, Sprinka, Victor Pasmore, dan Liubov Popova.
15. Optik
Optik atau op art mulai berkembang pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, dengan fokus utama pada penggunaan efek optik sebagai daya tarik visual utama.
Karena itu, para seniman optik berusaha menghadirkan representasi subjektif dari dunia nyata melalui permainan efek visual yang menciptakan ilusi gerakan, kedalaman, atau perubahan warna.
Di dalamnya terkadang terdapat sejumlah fenomena optik seperti interferensi, difraksi, hingga konsep geometri non-Euklid.
Meski begitu, hingga sekarang masih ada perdebatan mengenai apakah op art benar-benar dapat digolongkan sebagai aliran seni lukis tersendiri.
Terlepas dari perdebatan tersebut, sejumlah tokoh yang dianggap penting dalam aliran ini ialah Victor Vasarely, Bridget Riley, Jesús Rafael Soto, Agus Djaja, Walter Gropius, dan Bridget Louise Riley.
16. Pop Art
Pop art merupakan bagian dari seni lukis kontemporer dan diperkirakan mulai berkembang pada tahun 1950-an.
Ciri khas aliran ini adalah penggunaan gambar-gambar dari kehidupan sehari-hari, seperti elemen iklan, makanan, hiburan, dan berbagai objek populer lainnya.
Selain itu, karya pop art biasanya memakai warna-warna yang saling bertolak belakang, menggabungkan warna primer, sekunder, hingga tersier untuk menciptakan kesan visual yang kuat.
Tema yang diangkat pun sering berkaitan dengan isu modern seperti konsumerisme, budaya populer, hingga perkembangan teknologi.
Tokoh-tokoh yang berperan besar dalam memperkenalkan pop art antara lain Andy Warhol, Roy Lichtenstein, dan Jasper Johns.
17. Rokoko
Rococo atau Rokoko yang berkembang di Perancis pada abad ke-18, dengan karakter penggunaan warna lembut dan garis lengkung yang khas.
Tema-tema yang sering muncul pada karya aliran ini meliputi cinta, keindahan alam, asmara, hingga hiburan sehari-hari.
Rokoko juga diterapkan dalam berbagai bentuk seni lain seperti arsitektur, dan sering disebut sebagai fase Barok Akhir.
Salah satu alasannya adalah banyak seniman barok mulai meninggalkan gaya simetris dan menambahkan elemen dekoratif seperti bunga, tanaman, atau permainan visual lainnya.
Beberapa nama terkenal yang erat kaitannya dengan aliran ini di antaranya Jean-Honoré Fragonard, François Boucher, Jean-Antoine Watteau, dan sejumlah pelukis lainnya.
18. Barok
Ada tiga definisi Barok menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu:
- Ciri khas tertentu yang melekat pada tokoh drama tragedi, misalnya sikap agung atau perilaku yang menunjukkan kebesaran.
- Gaya seni dalam arsitektur dan dekorasi yang tampil megah dan penuh hiasan, yang berkembang di Italia pada abad ke-16.
- Bentuk mutiara yang tidak mengikuti pola atau aturan bentuk yang umum dikenal.
Jika dikaitkan dengan seni lukis, Barok dipahami sebagai gerakan seni yang berkembang pada abad ke-17 hingga abad ke-18 dan dikenal karena penekanannya pada ekspresi emosi yang sangat kuat, dramatis, namun tetap memperlihatkan kontras visual yang mencolok.
Oleh sebab itu, karya-karya dalam aliran ini biasanya memanfaatkan permainan warna kontras yang tegas, disertai komposisi yang rumit, kaya detail, dan memiliki karakter visual yang khas.
Tema yang diangkat pun cukup luas, meskipun sebagian besar berpusat pada gambaran kehidupan sosial, unsur keagamaan dan religi, cerita mitologi, hingga berbagai peristiwa sejarah.
Beberapa tokoh besar yang sering dikaitkan dengan aliran Barok antara lain Michelangelo Merisi da Caravaggio, Gian Lorenzo Bernini, Peter Paul Rubens, dan sejumlah seniman penting lainnya.
19. Kinetisme
Kinetisme merupakan gerakan yang berkembang pada tahun 1950-an hingga 1960-an, dengan fokus utama pada penciptaan gerakan visual serta ilusi seolah-olah objek dalam lukisan sedang bergerak.
Meskipun begitu, gaya ini tetap memiliki perbedaan yang cukup jelas dari aliran optik yang telah dibahas sebelumnya, meskipun keduanya sama-sama memakai efek visual tertentu yang menimbulkan sensasi optik.
Ciri khas paling menonjol dari aliran kinetisme terletak pada penggunaan warna kontras, bentuk sederhana, dan komposisi yang dirancang rumit sehingga mampu menghasilkan efek ilusi gerakan.
Beberapa tokoh yang sering disebut sebagai pelopor dan pendorong popularitas Kinetisme antara lain Yaacov Agam, Victor Vasarely, dan Jesús Rafael Soto.
20. Minimalisme
Minimalisme mulai muncul pada era 1960-an dan sangat menekankan pada penggunaan bentuk geometris yang sederhana dalam setiap karya.
Dalam banyak karyanya, aliran ini memanfaatkan warna-warna dasar monokromatik seperti merah, kuning, dan biru (RGB), termasuk variasi atau turunan warnanya.
Ciri lainnya adalah penggunaan bentuk yang ringkas namun tetap menghadirkan komposisi yang sedikit kompleks, dengan fokus besar pada esensi bentuk lukisan itu sendiri.
Biasanya, aliran minimalisme mengeksplorasi tema-tema mendalam seperti penyederhanaan, keheningan, reduksi visual, atau gagasan serupa.
Beberapa seniman yang dianggap berperan besar memperkenalkan aliran Minimalisme antara lain Frank Stella, Donald Judd, dan Agnes Martin.
FAQ
Beberapa pertanyaan yang mungkin akan muncul terkait artikel ini akan dibahas dalam format tanya jawab berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan aliran seni lukis?
Aliran seni lukis adalah kelompok karya seni yang dibuat oleh para seniman yang memiliki pandangan, gaya, serta teknik berkarya yang sejalan.
Dengan kata lain, sebuah karya dapat dimasukkan ke dalam satu aliran tertentu karena memiliki kesamaan gaya, pendekatan teknik, atau pemikiran yang searah.
Pengelompokan karya seni sendiri sudah dilakukan sejak masa seni lukis tradisional, ketika pengaruh satu kelompok pelukis sangat kuat terhadap karya-karya yang lahir di periode tersebut.
Hal ini bisa dilihat ketika muncul aliran Renaissance, Klasikisme, dan Barok, yang kemudian disusul oleh aliran-aliran modern sebagai reaksi atau tanggapan terhadap aliran sebelumnya.
Mulai dari Romantisme, Realisme, Impresionisme, Ekspresionisme, Abstraksionisme, Pop Art, dan banyak gerakan lainnya.
Setelah Perang Dunia II, semakin banyak aliran tumbuh, termasuk Dadaisme, Futurisme, Fauvisme, Surealisme, Pop Art, hingga aliran kontemporer.
2. Bagaimana membedakan satu aliran seni lukis dengan aliran lainnya?
Untuk membedakan berbagai aliran seni lukis, anda dapat memperhatikan karakteristik visual yang muncul dalam sebuah karya.
Beberapa aspek yang umum dijadikan pembeda antara lain teknik pengaplikasian cat, gaya penyusunan komposisi, tema yang diangkat, serta estetika atau nuansa visual yang ingin disampaikan.
Contohnya, Impresionisme dikenal melalui teknik sapuan cat yang lembut dan cepat dengan penggunaan warna-warna cerah yang menangkap kesan cahaya.
Sementara itu, Surrealisme dikenal dengan tema-tema simbolik dan misterius yang dipadukan dengan komposisi yang tak lazim dan penuh imajinasi.
Kesimpulan
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, aliran seni lukis pada dasarnya adalah gaya, pendekatan, atau cara pandang tertentu yang digunakan seorang pelukis untuk mengekspresikan ide dan emosinya dalam bentuk visual.
Setiap aliran memiliki ciri khas dan filosofi yang berbeda, dan karakter tersebut biasanya berkembang seiring pengalaman, perjalanan batin, serta kreativitas masing-masing seniman.
Aliran Barok, misalnya, tidak hanya menghadirkan nuansa dramatis, tetapi juga memperkenalkan bagaimana permainan cahaya, kontras warna, serta komposisi yang dinamis dapat menciptakan kedalaman makna dalam sebuah karya.
Hal ini menunjukkan bahwa sebuah aliran seni tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari kebutuhan manusia untuk bercerita, merekam peristiwa, dan menyampaikan pesan melalui bahasa visual.
Dengan memahami berbagai aliran seni lukis, termasuk Barok, kita dapat melihat bagaimana karya seni berkembang dari masa ke masa dan bagaimana setiap periode menghadirkan identitasnya sendiri.
Semoga penjelasan ini dapat memperluas wawasan Anda dan memberikan sudut pandang baru dalam menikmati maupun mempelajari dunia seni rupa.

Raden Saleh, itu idola saya banget, pernah punya biografi buku beliau beserta photo photo lukisannya
ReplyDeleteWah keren! Raden Saleh emang nggak ada duanya. Punya biografinya plus foto-foto lukisannya makin keliatan kalau Mas memang fansnya.
DeleteBeautiful painting!
ReplyDeleteThank you, I found it online.
DeleteTernyata cukup banyak aliran dalam seni lukis, saya yang orang awam dan enggak paham seni lukis cuman bisa terkagum-kagum dengan lukisan yang di pajang, kadang enggak paham yang di lukis itu gambar apa, mungkin abstrak ya... Maklum enggk paham samasekali
ReplyDeleteWajar banget kok. Aliran seni lukis memang banyak, jadi orang awam pun sering cuma menikmati tanpa benar-benar paham maknanya. Kalau kelihatan “nggak jelas”, biasanya memang termasuk abstrak. Yang penting dinikmati aja.
DeleteDari sekian byk aliran seni, kira2 aliran seni mana ya keahlianku mas? Kata temenku sih aku tuh pinter ngejiplak gambar... dan memang aku akui aku paling bisa nyontek gambar apa aja melalui goresan tangan. Tapi kalo disuruh ngarang atau menuangkan dari imajinasi... nyerah deh...
ReplyDeleteMungkin aliranku namanya "Jiplakisme" ya mas??? :D
Kemampuan buat niruin gambar itu justru keren banget dan bisa jadi modal gede di berbagai aliran seni. Soal imajinasi mah belakangan, sambil jalan juga pasti makin terasah kan. Jadi, kalau soal 'Jiplakisme' bisa jadi aliran baru tuh hahaha, tapi skill niru gambar lo itu beneran jago!
Delete