20 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Usia 30
20 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Berusia 30 Tahun – Banyak orang sering menggambarkan dirinya sebagai tipe yang anti kata terlambat. Bahkan seolah-olah istilah itu tidak pernah tercatat dalam kamus pribadi mereka.
Misalnya saja, bagi mereka selalu ada waktu untuk liburan ke luar negeri, selalu ada peluang mengejar pekerjaan impian, atau selalu ada kesempatan mendekati wanita yang disukai, dan berbagai hal serupa lainnya.
Namun ada baiknya kamu jujur pada diri sendiri. Jujur dalam hal apa? Dalam hal seberapa banyak target hidup yang sudah berhasil kamu raih di usia sekarang.
Apakah semuanya sejalan dengan ekspektasimu, atau justru berbanding terbalik? Kalau ternyata belum sesuai harapan, maka ini waktu yang tepat untuk membuat resolusi baru, apalagi kalau usiamu belum genap 30 tahun.
Pada kenyataannya, ada beberapa hal penting yang idealnya dilakukan sebelum memasuki usia 30. Alasannya sederhana: masa di bawah usia tersebut adalah periode paling produktif dalam hidup. Itulah fase ketika energi, waktu, kebebasan, dan ambisi menyatu dalam diri seseorang, termasuk dalam dirimu.
Di fase itu pula, kamu mulai memahami dinamika sekitar, mulai dari lingkungan hingga orang-orang yang berinteraksi denganmu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, sebelum usia 30 datang, ada baiknya kamu sudah mencoba melakukan beberapa hal berikut.
Jangan sampai setelah melewati usia 30, kamu baru menyadari bahwa semuanya terasa sudah terlambat. Saat itu hidup mulai dipenuhi urusan rumah tangga, perhatian tercurah untuk pasangan dan anak-anak, dan fokusmu lebih banyak tersita untuk mengokohkan keluarga yang sedang kamu bangun.
Setelah masa-masa itu, sering kali kamu hanya bisa mengenang pengalaman yang berlalu satu per satu. Mengingat kembali momen kelam maupun momen indah di masa muda, masa ketika kamu pernah melakukan banyak hal konyol, aneh, dan bahkan tidak masuk akal, lalu menertawakannya dengan lepas.
Semoga itu bukan jadi cerita kamu nanti, ya.
Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Berusia 30 Tahun
Jadi, apa saja sebenarnya hal-hal yang sebaiknya dilakukan sebelum umur 30? Ini daftar pertamanya.
1. Kuliah
Hal pertama yang sangat disarankan untuk dilakukan sebelum menyentuh usia 30 adalah menempuh kuliah. Di era sekarang, pendidikan tinggi bukan hanya menjadi fondasi pengetahuan, tetapi juga menjadi penopang utama untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Masalah biaya bukan alasan kuat untuk menunda kuliah karena ada banyak beasiswa yang bisa diusahakan. Artinya, hambatan terbesar sering kali bukan pada dana, melainkan pada motivasi dan tekadmu sendiri untuk duduk di bangku perkuliahan.
Kampus akan menjadi semacam laboratorium kehidupan yang sangat bernilai. Di sana kamu dapat bertemu teman-teman baru, memperluas relasi, keluar dari zona nyaman, serta mengasah kemampuan belajar yang berguna untuk jangka panjang.
Selain itu, sebagian besar profesi saat ini mensyaratkan pendidikan tinggi. Menyelesaikan kuliah tepat waktu akan membuka peluang lebih besar untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang.
2. Belajar memasak untuk diri sendiri
Tidak ada yang terasa lebih menyenangkan dibanding memasak hidangan untuk diri sendiri. Ketika hasil masakanmu kemudian mendapat pujian dari teman atau keluarga, rasanya benar-benar memuaskan.
Selain itu, kemampuan memasak untuk diri sendiri bisa menjadi penanda bahwa kamu kelak akan menciptakan kebahagiaan sederhana dalam hidupmu.
Karena saat memasak untuk diri sendiri, otomatis kamu ingin menyajikan yang terbaik, menggunakan bahan-bahan segar dan pilihan (walaupun kadang kenyataannya tidak selalu begitu). Intinya, kegiatan ini hanyalah hobi yang istimewa sekaligus mengasyikkan.
Kamu juga tidak perlu menjadi koki profesional untuk bisa diapresiasi. Setidaknya, cukup beri apresiasi pada dirimu sendiri setiap kali masakan buatanmu terasa enak dan memanjakan lidah.
3. Mengetahui riwayat keluarga
Usia di bawah 30 adalah momen yang tepat untuk mengenal lebih jauh sejarah keluargamu sendiri. Ini waktu yang pas untuk duduk bersama kakek, nenek, dan orang tua, lalu berbincang santai tentang silsilah keluarga serta cerita-cerita lama yang mungkin belum pernah kamu dengar.
4. Mengikuti lari marathon
Mengikuti lari marathon termasuk pengalaman paling berkesan yang idealnya kamu rasakan sebelum melewati usia 30. Melalui kegiatan ini, kamu menantang diri untuk menetapkan target, membangun rasa percaya diri, menjelajahi tempat baru, dan bertemu banyak orang inspiratif.
Ada kepuasan tersendiri saat bisa berkata bahwa seumur hidup, bahkan setelah melewati usia 30, kamu pernah ikut lari marathon.
5. Latihan rutin
Semakin konsisten kamu berolahraga, semakin besar peluangmu menjaga rutinitas sehat itu dalam jangka panjang. Pada dasarnya, ini semua kembali pada kebiasaan yang kamu bangun sendiri.
Perlu diingat bahwa olahraga membantu mengontrol berat badan, memperbaiki suasana hati, menurunkan stres, dan mencegah berbagai jenis penyakit. Karena itu, ada baiknya kamu mulai membiasakannya sebelum memasuki usia 30 tahun.
6. Menabung
Mungkin terasa terlalu dini jika membicarakan masa pensiun yang suatu hari pasti datang. Tapi semakin cepat kamu mulai menabung, semakin besar pula dana yang akan kamu miliki.
Masa pensiun nantinya adalah periode emas dalam hidupmu. Uang yang kamu sisihkan sejak usia 20-an berpotensi berkembang menjadi jumlah besar ketika kamu pensiun, dan itu akan sangat membantu untuk menjalani hari tua dengan lebih tenang.
7. Tingkatkan pengetahuan anda tentang lingkungan sekitar
Seiring bertambahnya usia, undangan ke berbagai acara akan makin sering datang. Dan biasanya, ketika berkumpul, orang-orang akan mengajakmu berbincang dan berbagi pengalaman tentang hal-hal yang terjadi di sekitar.
Dengan memperluas pengetahuanmu, kamu akan lebih mudah menemukan teman bicara yang cocok. Pelajari berbagai topik umum di lingkunganmu, terutama hal-hal yang menurutmu menarik untuk dijadikan bahan obrolan.
8. Temukan Best Friend Forever (BFF)
Membahas soal persahabatan sering menghadirkan banyak kenangan lucu ketika usia sudah menginjak angka 30 ke atas. Saat masih muda, rasanya semua orang bisa menjadi teman.
Namun seiring waktu, kamu akan sadar bahwa hanya beberapa orang saja yang benar-benar kamu butuhkan. Di antara mereka, akan ada satu orang yang paling memahami dirimu luar dalam, itulah sahabat sejati.
Coba renungkan, apakah orang yang tahu tentang dirimu sejak dulu masih berada di sisimu hingga sekarang? Karena itu, carilah teman berkualitas yang benar-benar kamu sukai, dan ingatlah bahwa hubungan pertemanan memerlukan usaha.
Luangkan lebih banyak waktu untuk teman-temanmu agar dari sekadar kenalan, mereka bisa menjadi sahabat sejati. Sebab sahabat adalah normaliser penting dalam perjalanan hidupmu.
9. Mendapatkan pekerjaan impian
Di mana kamu ingin bekerja nanti? Sudah punya gambaran karier yang kamu idamkan? Harus diakui, mendapatkan pekerjaan impian pada zaman sekarang tidaklah mudah, apalagi jika bidangnya membutuhkan keterampilan khusus.
Jika kamu bercita-cita bekerja di perusahaan besar seperti Google atau Facebook, maka mulai asahlah kemampuanmu dari sekarang. Sebab pekerjaan jenis itu memang menjadi incaran banyak anak muda saat ini.
10. Temukan hal yang paling disukai
Berbuat baik kepada orang lain dapat membuatmu menjadi pribadi yang lebih toleran dan penuh empati. Karena itu, sebelum memasuki usia 30, cari tahu hal apa yang paling kamu pedulikan.
Jika sudah menemukannya, curahkan energi dan kemampuanmu ke arah tersebut, misalnya terlibat sebagai sukarelawan, aktivis lingkungan, atau kegiatan bermanfaat lainnya.
11. Menulis sebuah cerita
Menuliskan sebuah cerita, termasuk cerita fiksi, dapat meningkatkan kreativitas dan membantu kamu mengasah kemampuan menulis, terutama di era serba cepat dan serba instan seperti sekarang.
12. Membaca banyak buku
Membaca memberikan banyak manfaat, mulai dari memicu imajinasi, meningkatkan kemampuan berpikir, memperkuat komunikasi, hingga menjaga otak tetap aktif dan membuatmu lebih mudah mempelajari hal-hal baru.
Jadikan membaca sebagai kebiasaan wajib sebelum memasuki usia 30, karena rutinitas positif ini akan memberi manfaat besar bagi perkembanganmu sendiri.
13. Belajar disiplin
Topik yang satu ini mungkin terdengar mendesak dan cukup menantang. Namun memperkuat disiplin sejak dini akan memberikan manfaat jangka panjang, terutama ketika kamu sudah masuk dunia kerja. Disiplin dapat membentuk keterampilan organisasi yang solid. Jadi, apa lagi yang ditunggu?
14. Berhenti merokok
Kita semua pernah melakukan kesalahan ketika masih muda, dan salah satu kebiasaan buruk yang sering dianggap keren dulu adalah merokok. Meski terlihat gaya ketika duduk di bangku sekolah atau kuliah, kebiasaan ini jelas tidak baik untuk kesehatanmu maupun orang-orang di sekitarmu.
15. Manjakan diri anda dengan kemewahan, setidaknya sekali saja
Ini bukan berarti kamu harus menghabiskan limit kartu kredit sampai habis. Bukan itu maksudnya. Intinya, kamu patut menikmati hasil kerja kerasmu sesekali, misalnya makan di restoran mewah atau membeli barang branded seperti Tas Gucci.
Akhirnya, pengalaman ini akan membuatmu sadar pentingnya menabung dan mengelola keuangan dengan bijak demi mendapatkan barang impian. Tapi tetap jaga agar tidak memaksakan diri untuk selalu punya yang paling mahal.
Kegiatan ini juga cukup seru sekaligus menegangkan. Cobalah sesekali berbelanja dengan lebih royal. Hal ini bisa memotivasi kamu untuk bekerja lebih semangat dan mendorongmu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
16. Mengalami kegagalan
Mengalami kegagalan adalah sesuatu yang perlu kamu rasakan sebelum menginjak usia 30. Bentuknya bisa bermacam-macam, termasuk ditolak mentah-mentah oleh orang yang kamu suka.
Namun penting untuk dipahami: tidak ada guru terbaik selain gagal. Dari kegagalanlah kamu bisa belajar, tumbuh, dan berkembang untuk menjadi lebih sukses di masa depan.
17. Bernyanyi di depan umum
Percaya atau tidak, bernyanyi dapat memberi dampak positif pada otak. Aktivitas ini bisa membuatmu lebih bahagia, mengurangi stres, mengusir rasa kesepian, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Jika kamu takut berbicara di depan umum, cara efektif untuk melatihnya adalah dengan bernyanyi di depan orang-orang yang tidak kamu kenal, misalnya di pesta ulang tahun teman atau bahkan di pernikahan mantan.
Bernyanyilah sampai ada orang yang dengan halus menyuruhmu berhenti, itu bagian dari prosesnya. Pengalaman ini dapat mengurangi ketakutanmu tampil di hadapan banyak orang.
Tetap bernyanyi, meski suaramu terdengar sumbang atau mirip bunyi terompet. Jika terlalu malu melakukannya di depan umum, kamar mandi atau mobil bisa jadi tempat latihan yang ideal.
18. Bepergian sendiri
Mungkin terdengar menakutkan, tapi bepergian sendirian membuatmu keluar dari cangkang dan zona nyaman, serta membantu menemukan jati dirimu.
Pengalaman seperti ini mungkin tidak mudah dilakukan lagi ketika usia sudah lewat 30. Beri dirimu kesempatan untuk merenungkan hal-hal yang paling penting dalam hidup saat melakukan perjalanan solo.
19. Biasakan diri anda untuk berbicara dengan bahasa asing
Contohnya bahasa Inggris. Kamu tidak harus langsung fasih, meskipun tentu itu lebih baik. Setidaknya kamu perlu mencoba berbicara dengan bahasa asing walau hanya sekali.
Kebiasaan ini membantumu memahami budaya baru, memperluas wawasan, dan membuatmu lebih terbuka terhadap cara pandang orang lain. Namun semakin bertambah usia, belajar bahasa baru biasanya terasa lebih berat.
20. Menikmati alam bebas
Tidak ada yang lebih memukau dan memberi inspirasi selain menikmati alam terbuka. Bahkan Dewi Lestari pernah berkata bahwa jika kamu ingin merasakan kebebasan sejati, berlarilah bersama kawanan kuda liar di alam bebas.
Jangan meremehkan pengalaman ini. Terlepas dari rasa takut terhadap hewan, mendaki, atau mencoba arung jeram, lakukanlah sebisa mungkin. Aktivitas seperti ini mungkin tidak lagi mudah dilakukan setelah usia lewat 30.
Kesimpulan
Sebelum memasuki usia 30, ada banyak pengalaman penting yang layak dicoba, mulai dari membangun kebiasaan positif, memperkaya diri dengan pengetahuan, hingga mencari jati diri melalui berbagai tantangan.
Semua hal ini tidak hanya menambah warna dalam hidup, tetapi juga menjadi fondasi kuat untuk menghadapi fase kehidupan berikutnya. Semakin dini kamu melakukannya, semakin besar dampaknya terhadap masa depan yang lebih matang, bahagia, dan penuh makna.

Beberapa poin di atas pernah JD bucketlist ku saat mau masuk 30 😄. Bepergian, dan berhenti merokok. Dan setelah ngerasain serunya traveling, malah ga bisa berhenti sampai sekarang , nyandu banget 😄
ReplyDeleteWah, keren banget sudah berhasil centang list berhenti merokoknya! Itu pencapaian luar biasa. Kalau soal traveling, memang candu yang positif ya, karena setiap perjalanan selalu kasih perspektif baru dalam hidup. Sehat selalu dan selamat melanjutkan petualangan serunya!
DeleteEnam, tujuh, dan sepuluh. hal penting banget.
ReplyDeleteUsia di atas 30 semisal sudah memasuki 45-an. Mass masa yang gimana gitu, mau mulai dari nol rasanya gimana gitu dah. Selama masih dimasa produktif, pergunakan dengan semaksimal mungkin
Setuju banget! Poin menabung, lingkungan, dan hobi memang investasi jangka panjang. Memang benar, mumpung masih di masa produktif, lebih baik dimaksimalkan biar nanti di usia 45 ke atas tinggal menikmati hasilnya tanpa rasa cemas. Semangat terus memanfaatkan waktu yang ada!
DeleteSebentar, ini gue nggak kesasar kan, karena kayaknya semesta menuntun gue untuk datang ke sini dan diam sejenak untuk membaca postingannya. Gue januari ini 30 dan tulisan ini hadir. Apakah ini cara semesta menunjukkan kesaktiannya :o
ReplyDeleteKayaknya nggak kesasar deh 😄 Kadang timing hidup emang suka iseng tapi pas. Tulisan ini cuma ngajak berhenti sebentar, dan kebetulan semestanya lagi niat ngingetin kamu aja.
Delete